[{"insert":"Pringsewu – Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) secara resmi melepas 13 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah–’Aisyiyah (KKN MAs) Tahun 2026 yang akan melaksanakan pengabdian masyarakat di sejumlah desa di wilayah Kota Batu dan Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kegiatan KKN MAs 2026 diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai tuan rumah dan merupakan program kolaboratif Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. \n\nProsesi pelepasan berlangsung di halaman Gedung Rektorat UMPRI dan dipimpin langsung oleh Rektor UMPRI, Ns. Arena Lestari, M.Kep., Sp.Kep.J., Ph.D. didampingi Wakil Rektor IV, Dr. Sofwan Adiputra, M.Pd.Kons., jajaran Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMPRI, dosen pendamping lapangan sekaligus kepala LPPM, Dr. Veria Septianingtias, M.Hum. serta para mahasiswa peserta KKN MAs yang berasal dari berbagai program studi.\n\nMengusung tema “Mewujudkan Desa Berkemajuan Berbasis Ketahanan Pangan dan Penguatan Potensi Lokal”, kegiatan KKN MAs UMPRI dijadwalkan berlangsung pada 28 Juli hingga 31 Agustus 2026 di berbagai desa penempatan di Malang Raya. Dalam sambutannya, Rektor UMPRI berpesan agar seluruh mahasiswa mampu menjaga nama baik almamater selama menjalankan pengabdian di masyarakat.\n\n“Jalankan KKN dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Tunjukkan akhlak, etika, dan karakter yang baik sebagai mahasiswa Muhammadiyah. Bangun komunikasi yang santun dengan pemerintah desa maupun masyarakat, serta hadirkan program-program yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan.”\n\nRektor juga menegaskan bahwa KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi merupakan wahana pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, mengembangkan kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, serta kepekaan terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat. Sementara itu, tim LPPM UMPRI menyampaikan bahwa partisipasi mahasiswa dalam KKN MAs menjadi bagian dari komitmen universitas dalam mendukung program pengabdian kepada masyarakat berbasis kolaborasi nasional antar-PTMA. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program yang inovatif, aplikatif, dan berkelanjutan sesuai dengan potensi serta kebutuhan masing-masing desa.\n\nSebanyak 13 mahasiswa UMPRI ditempatkan di sejumlah desa di wilayah Kota Batu dan Kabupaten Malang, meliputi Desa Punten, Tulungrejo, Jeru, Dalisodo, Pandanajeng, Sidomulyo, Sumberejo, Tawangargo, dan Giripurno. Mereka berasal dari berbagai program studi, di antaranya Pendidikan Matematika, Sistem dan Teknologi Informasi, Manajemen, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, PGSD, Teknologi Laboratorium Medis, Kebidanan, Keperawatan, Hukum Ekonomi Syariah, Fisioterapi, Pendidikan Bahasa Inggris, Bimbingan dan Konseling, serta Manajemen Informasi Kesehatan.\n\nMelalui keikutsertaan dalam KKN MAs 2026, UMPRI berharap para mahasiswa mampu menjadi representasi kampus yang menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, memperkuat semangat kolaborasi lintas perguruan tinggi, serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan desa melalui program-program pemberdayaan yang berdampak bagi masyarakat. Program KKN MAs sendiri merupakan bentuk pengabdian mahasiswa PTMA yang menekankan kolaborasi, pemberdayaan masyarakat, dan implementasi keilmuan di lapangan.\n"}]